Apa Itu Rontek Pacitan?
Rontek Pacitan merupakan kesenian tradisional khas Kabupaten Pacitan yang berawal dari kebiasaan masyarakat melakukan ronda thethek pada malam hari selama bulan Ramadan. Pada masa itu, bambu digunakan sebagai alat musik sederhana untuk membangunkan warga agar melaksanakan sahur. Seiring waktu, bunyi-bunyian dari bambu tersebut berkembang menjadi sebuah pertunjukan musik yang dikenal dengan nama Rontek Gugah Sahur.
Perkembangan zaman membawa kesenian rontek menjadi lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisinya. Musik bambu kemudian dipadukan dengan berbagai alat musik pengiring, tarian, serta tata artistik yang lebih menarik. Penampilan para peserta juga dilengkapi dengan kostum dan properti bernuansa karnaval, sehingga menciptakan pertunjukan yang megah, atraktif, dan menghibur.
Kini, Festival Rontek Pacitan telah menjadi agenda budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan di kawasan Alun-Alun Pacitan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Keunikan seni rontek menjadikannya salah satu identitas budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Pacitan.
Pada tahun 2026, Festival Rontek Pacitan kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN), sebuah program nasional yang menghimpun berbagai event budaya dan pariwisata unggulan di Indonesia. Pengakuan tersebut semakin mempertegas posisi Festival Rontek sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi dan diharapkan terus berkembang sebagai kebanggaan masyarakat Pacitan serta budaya Indonesia di kancah nasional.

